SUKABUMI – Yayasan Lensa Bhineka Nusantara menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang mandiri melalui keberlanjutan program Sentra Kewirausahaan Pemuda (SKP). Program yang sebelumnya mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini, kini terus dirawat dan dikembangkan secara mandiri dengan fokus utama pada pengembangan wirausaha kopi di lingkungan pesantren.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Pesantren Yahmatussalam Caringin, yang dipercaya sebagai pengelola unit usaha ekonomi kreatif berbasis pemuda tersebut.
Komitmen Keberlanjutan Yayasan
Kepala Sekretariat Yayasan Lensa Bhineka Nusantara, Aas Asani, mengungkapkan bahwa menjaga keberlangsungan program SKP adalah prioritas yayasan untuk memastikan potensi wirausaha pemuda di daerah tidak terhenti.
“Kami di Yayasan Lensa Bhineka Nusantara memiliki komitmen kuat untuk terus merawat program SKP ini. Meskipun dukungan awal berasal dari Kemenpora, kami merasa bertanggung jawab untuk memastikan program ini tetap tumbuh. Fokus kami adalah mensuport generasi muda, khususnya dalam pengembangan usaha kopi di lingkungan pesantren,” ujar Aas Asani.
Apresiasi dari Pesantren Yahmatussalam
Sebagai mitra pelaksana, perwakilan pemuda dari Pesantren Yahmatussalam, Kang Fitrah Abdul Jalil, menyampaikan apresiasi mendalam atas amanah yang diberikan oleh pihak yayasan sebagai penanggung jawab program dari Kemenpora tersebut.
“Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Lensa Bhineka Nusantara yang telah menjadi penanggung jawab program SKP ini. Kami sangat berterima kasih karena telah mempercayakan pengelolaan Stand Kopi Santri ini kepada Pondok Pesantren Yahmatussalam,” ungkap Kang Fitrah.
Ia menambahkan bahwa program ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan sarana edukasi ekonomi yang vital bagi para santri.
“Ini akan sangat bermanfaat sekali bagi kami. Kehadiran stand kopi ini akan menjadi motor penggerak dalam membangun jiwa wirausaha di kalangan santri Yahmatussalam. Kami optimis para santri bisa belajar mandiri secara ekonomi melalui unit usaha ini,” tambahnya.
Mendorong Kemandirian Pemuda
Program SKP ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran kewirausahaan yang adaptif. Yayasan Lensa Bhineka Nusantara berharap model kerja sama dengan Pesantren Yahmatussalam dapat memperkuat ekosistem ekonomi pesantren dan menjadi inspirasi bagi titik-titik lain.
Dengan konsistensi dalam pendampingan, diharapkan muncul bibit-bibit pengusaha muda baru yang mampu memajukan komoditas kopi lokal sekaligus memperkuat identitas santri yang mandiri dan berdaya saing.