CICURUG, SUKABUMI – Kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, terus terjaga dan semakin menguat. Kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghormati menjadi potret nyata keberagaman yang dirawat dengan penuh kesadaran bersama.
Dalam sebuah pengajian di Babakan, Ajengan Anom Babakan atau Aa Babakan menegaskan bahwa perbedaan adalah kehendak Allah SWT dan sarana memperkuat persaudaraan.
“Perbedaan agama dan budaya adalah sarana ta’aruf (saling mengenal), bukan alasan permusuhan.”
Ade Yogi, Anggota FKUB Cicurug sekaligus Bendahara Umum MWC NU Cicurug, menegaskan bahwa kerukunan di Cicurug bukan sekadar slogan.
“Kerukunan semakin membumi di Sukabumi, khususnya Cicurug. Ini bukan hanya slogan, tetapi fakta dan realita dalam kehidupan masyarakat yang rukun dan damai,” ujarnya.
Dari unsur umat Kristiani, Hadie, Asisten Pendeta Katolik, menyampaikan pesan kebersamaan, “Satia jeung rukun mapag jero kana hate,” sembari menyampaikan terima kasih dari Gereja HMTB Cicurug kepada seluruh rekan FKUB Cicurug, serta doa, “Semoga berkah yang mulia bersama kita semua. Amin.”
Senada dengan itu, Pendeta Samuel turut menyampaikan harapannya,“Amin, Pak. Semoga situasi semakin rukun dan erat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Cicurug menekankan pentingnya kedewasaan bersama dalam menjaga suasana kondusif di tengah keberagaman.
“Harapan kami, Cicurug ke depan semakin tenang dan damai. Seluruh elemen masyarakat diharapkan lebih dewasa dalam menyikapi berbagai isu keagamaan, sehingga tidak mudah terprovokasi dan tetap mengedepankan dialog serta persaudaraan,” tegasnya.
Dari unsur pemerintahan, Lurah Kelurahan Cicurug juga berharap agar kerukunan antarumat beragama terus ditingkatkan pada tahun 2026, demi terwujudnya masyarakat yang harmonis dan jauh dari konflik.
“Semua agama di Cicurug hidup harmonis karena adanya rahmat Allah SWT dan adanya wasilah yang menjembatani, yaitu FKUB Cicurug,” ujarnya.
Kerukunan beragama di Cicurug menjadi contoh nyata bahwa perbedaan dapat dirawat sebagai kekuatan sosial, untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang damai, sejuk, dan bersatu.