BeritaSukabumiPengurus ZIS RW 05 Desa Nanggerang kembalo bikin Heboh!

Pengurus ZIS RW 05 Desa Nanggerang kembalo bikin Heboh!

​NANGGERANG, CICURUG – Pengurus Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) RW 05 Desa Nanggerang kembali menjadi buah bibir warga. Bukan karena kontroversi negatif, melainkan aksi kemanusiaan yang konsisten dan menyentuh hati. Kali ini, mereka bergerak cepat membantu seorang ibu lansia yang sedang sakit kritis untuk segera mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

​Menggunakan unit ambulans milik lembaga ZIS, para pengurus menjemput lansia tersebut langsung dari kediamannya untuk dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Aksi sigap ini memicu decak kagum warga sekitar yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran lembaga ini di lingkungan mereka.

​Bentuk Pengabdian kepada Sang Pencipta dan Guru Mulia

​Saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Ketua ZIS RW 05 menegaskan bahwa apa yang dilakukan timnya bukanlah sekadar tugas administratif, melainkan sebuah kewajiban spiritual.

​”Kami bertugas dan berkewajiban memperhatikan orang yang sakit karena ini adalah bentuk pengabdian kami kepada Allah SWT. Selain itu, semangat ini kami tujukan sebagai bentuk bakti dan pengabdian kepada sosok guru mulia kami, Almarhum Abuya Basit Al-Amin,” ungkapnya dengan penuh haru.

Panggilan Ke-Puluhan Kali di Akhir Tahun

​Tensi kerja tinggi juga dirasakan oleh kru di lapangan. Usup, sang sopir ambulans yang selalu siap siaga, mengaku bahwa mobilitas bulan ini sangatlah padat. Tepat pada hari ini, Selasa, 30 Desember 2025, ia kembali harus memacu kendaraannya demi menyelamatkan nyawa warga.

​”Ketika kami ditelepon oleh pengurus, maka saya harus segera menjemput ke lokasi dan mengantarkan ke rumah sakit tujuan. Ini sudah panggilan ke sekian puluh kali di bulan Desember ini saja,” ujar Usup saat bersiap di balik kemudi.

​Moto yang Bukan Sekadar Slogan

​ZIS RW 05 Desa Nanggerang terus membuktikan bahwa moto mereka, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” bukan hanya hiasan dinding atau slogan semata, melainkan nafas dalam setiap pergerakan mereka.

​Kehebohan positif ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain agar lembaga zakat tingkat RW mampu menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat kesehatan.

Featured

Terbaru

Lainnya